Selamat Datang di Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin
Ketika perhatian (concern) sekolah bukan semata kompetensi akademik, tetapi juga pada karakter dan kepemimpinan, seringkali sekolah dihadapkan pada situasi yang mengharuskan keterlibatan orangtua atau komponen pendidik lainnya.
Hampir mustahil sekolah mengatasi sendirian kasus-kasus dimana anak dirundung rasa kurang percaya diri, gamang akan nilai-nilai, canggung dalam bergaul, ataupun peragu. Pada situasi lain ada orangtua yang berpengharapan tinggi namun tidak sejalan dengan potensi, minat, dan bakat anaknya. Situasi-situasi semacam ini tidak dapat diselesaikan oleh hanya sekolah, tetapi meminta keterlibatan aktif komponen lainnya.
Kami memandang setiap komponen yang terlibat dalam pendidikan anak sama penting dan tidak tergantikan. Subsistem pendidikan keluarga unggul dalam membangun karakter anak. Subsistem sekolah efektif membekali kompetensi, sementara subsistem pendidikan masyarakat menguatkan kepemimpinan. Sinergi ketiganya adalah impian sekaligus cita-cita sekolah interaktif. (seperti terlihat dalam gambar diatas)
Secara sederhana, sekolah interaktif (1) ingin menjembatani harapan orangtua dengan cita-cita anak, serta (2) menghubungkan dunia anak dengan tantangannya dimasa depan. Sekolah interaktif identik dengan lingkungan dan atmosfer yang ramah, aman, dan nyaman agar anak berkembang optimal.
Beranda
Kalimat ini sangat saya gemari. Saya mendapatkan kekuatan setiap kali saya membaca atau mengucapkannya. Kekuatan magis yang mampu memberi energi untuk selalu semangat pergi ke sekolah. Saya selalu membayangkan bahwa belajar itu tidak kaku. Mengajar tidaklah seperti melaksanakan peraturan atau undang-undang, juga bukan sebuah rencana mutlak, sangat tergantung pada situasi yang dihadapi. Bisa jadi rencana tinggal rencana. Ya nggak apa-apa. Lalu, apakah kita tak perlu mempersiapkan rencana pembelajaran? Tidak juga. Rencana pembelajaran harus dibuat, meski bukan berarti harus ditulis dalam format-format tertentu. Menurut saya, tugas seorang guru yang lebih penting adalah membuat rencana pembelajaran yang asyik, yang membuat anak ketagihan. Ini tentu saja memerlukan energi dan waktu yang cukup untuk mempersiapkannya. Rencana yang dibuat bukanlah tak boleh berubah. Belajar tak hanya aktivitas fisik, juga terlibat mental di dalamnya. Emosi sangat berpengaruh dalam belajar. Oleh karena itu seorang guru harus mempunyai kejelian dalam melihat keadaan emosi murid-muridnya. Apa yang sedang mereka rasakan, apa bahan pembicaraan mereka, permainan yang sedang digemari, dan hal lainnya. Maka ketika rencana yang kita buat tak selaras dengan keadaan anak, saat itu juga harus diubah. Diubah bisa berarti diganti secara ekstrem, bisa juga diadaptasi, tergantung situasi. Dengan demikian, seorang Guru harus bersiap diri akan segala kemungkinan. Boleh jadi, yang semula direncanakan membuat anak merasa asyik, malahan nggak rame atau bahkan ditolak siswa. Dalam hal seperti ini tidak pada tempatnya Guru memaksakan siswa mengikuti apa yang sudah direncanakan. Kalau anak ajukan keberatan atau usul, jangan langsung dipatahkan. Justru keberanian menyampaikan perasaan dan menawarkan solusi seperti ini harus dikembangkan. Atau ternyata guru mendeteksi sebuah kegiatan mengasyikkan yang dilakukan anak-anak saat istirahat, maka bisa saja rencana pembelajaran saat itu juga berubah. Secara materi tidak ada yang berubah, namun setting kegiatan yang disesuaikan. Dalam arti yang lebih luas dapat dikatakan bahwa semua aktivitas adalah belajar. Belajar tidak dibatasi ruang dan waktu. Ini barangkali yang dimaksud dengan mengalir. Air akan mengalir baik kalau ada saluran. Saluran belajar terbuka saat anak ’memberi ijin’ Guru mengajar. Maka dapatkanlah ijin itu -- kalau tidak apa yang kita ajarkan akan meluap ke luar saluran. Air akan mengalir lancar kalau sedikit penghalangnya -- maka buanglah sebanyak mungkin apapun yang menghalangi proses belajar. Rasa takut, malu, cemas, dan perasaan negatif lainnya jangan ada dalam belajar. Tugas Guru meminimalkan penghalang, kalau mungkin menghilangkannya. Mengalir juga berarti cair. Cair dalam hubungan antara individu, cair dalam materi. Maksudnya, materi bisa berkembang atau dipelajari lebih dalam. Ini tentu saja memerlukan fleksibilitas. Berarti belajar tidak selalu ceramah atau mengerjakan latihan. Belajar tidak harus di kelas. Belajar bukan hanya membaca atau menulis. Belajar itu banyak kegiatannya. Dan karenanya, belajar selalu berkembang. Belajar merupakan sebuah usaha. Usaha membangun pengetahuan. Namanya juga usaha, kadang sukses kadang harus mengulang. Artinya, ada resiko gagal. Kegagalan yang dimaksud bukan hasil akhirnya gagal, tapi gagal dalam prosesnya sehingga perlu pengulangan. Mempelajari sesuatu yang baru kadang menimbulkan ketegangan. Anak ragu, atau bahkan takut memasuki sesuatu yang baru. Perlu usaha agar ketegangan anak tak berlangsung lama. Saat mempelajari sesuatu yang baru upayakan anak merasa aman dan nyaman, tidak takut 'diketawai' atau dimarahi. Tidak takut mencoba, dan terus mencoba. Punya kegigihan, tidak kenal putus asa. TG
Tulisan ini diterbitkan pada Teachers Guide Edisi No. 09 Vol III/2009. Dapatkan hard copy di toko-toko Gramedia dan Gunung Agung sekitar Anda. Atau hubungi bagian berlangganan Hp/SMS ke 021 68458569
Edisi ini menutup tahun ajaran 2008/2009. Simak reportase pertandingan angklung dan Futsal anak gemilang, family gathering di Natural Hill, Tugas Akhir Pekan kelas 3.
kunjungi
SELAMAT... kita dapat juara harapan-2, prestasi yang membanggakan untuk pertandingan kedua bagi Kelompok Angklung Gemilang Mutafanin. Berikut nukilannya:
“Hadirin dan dewan juri yang terhormat…..Inilah peserta no 11 dengan lagu pilihan Lasykar Pelangi.”
Lagu yang cukup sulit untuk pemula. Nada-nada dengan ketukan lambat kemudian cepat dan melambat kembali, tekanan dinamik yang berubah-ubah dari lembut, keras dan lembut kembali. Perlu konsentrasi tinggi karena notasi yang nyaris sama di setiap pengulangan.
Namun apa yang terjadi? Nada-nada itu mengalun merdu dari getar bambu sanggup menggetarkan kalbu pendengar. Merinding rasanya, demikian komentar mereka. Begitu bagus dan nyaris sempurna. Apalagi, kata juri, saat pemain KAGM ikut menyanyikan satu bait lagu sambil bergerak kanan kirim semua dan angklung tetap dimainkan. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi, namun nampak harmonis sekali dan alami.
Fever in Children
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh lebih dari 38C, yang kadang menimpa anak, dan membuat panik. Padahal, demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah).
Mengatasi demam:
Pantau suhu tubuh anak dengan termometer, minum banyak, demam dapat menimbulkan dehidrasi. Beri bayi ASI sesring mungkin.
Bawang putih banyak jenisnya. ada yang warna kulitnya keunguan, semu merah muda, dan putih (yang sering dipakai di dapur). Ia termasuk bumbu dapur populer, karena memberi rasa harum khas pada masakan, sekaligus menurunkan kadar kolesterol dalam bahan makanan yang mengandung lemak. Bawang putih mampu menangkal flu, membasmi cacing perut, mengobati rematik, meredam insomnia, memerangi hipertensi,
Down syndrome adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak karena abnormalitas perkembangan kromosom. Ciri lazim anak dengan DS di antaranya adalah struktur muka khas (Hidung datar, jarak diantara 2 mata jauh dan berlebihan kulit di sudut dalam). Otot mereka biasanya lemah, sehingga bermasalah dengan motorik kasar.