head.jpg
Home Celoteh Anak ORANGTUAKU SAAT SEUSIA AKU
ORANGTUAKU SAAT SEUSIA AKU
Ditulis oleh Sri Ramadhani   
Selasa, 26 Mei 2009 12:35

UGHIE, kelas 5

AYAH

Pada suatu saat nenek bercerita sewaktu ayah sebesar aku.

Dulu, di depan rumah nenek ada pohon jambu. Buahnya besar-besar dan matang. Pada saat itu ayah ingin membeli sepatu baru karena sepatu ayah sudah jelek.

Pada saat pulang sekolah ayah melihat pohon jambu. Ayahpun mendapat ide. Sewaktu itu ayah mengambil buah yang telah matang lalu menjualnya. Pada saat kumpulan ayah telah cukup, ayah pun langsung membeli sepatu baru.

Itulah cerita ayah yang ingin membeli sepatu, kata nenek.

Komentar Ughie: Semoga ayah lebih giat.

Tanggapan Ayah Ughie: Terimakasih ka Ughie atas sarannya. Ayah lebih giat lagi untuk mencari nafkah yang diridhoi Allah dan akan lebih giat lagi membimbing Ibu, Ka Ughie, dan De Ola menjadi orang yang bermanfaat dan berguna.

IBU

Ibu adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Ibu terlahir di dalam keluarga yang sederhana. Pada saat umur 10 tahun, Ibu sering membantu nenek daripada bermain (kecuali bermain dengan adik).

Ibu sering jualan di sekolah. Meskipun ibu jualan ibu tidak malu dan tidak menghalangi ibu menjadi yang terbaik. Ibu pun sering nilai-nilainya bagus. Paling kecil ibu bernilai 90. Ibu juga sering mendapat ranking 1 atau juara 1.

Komentar Ughie: Ibu harus lebih baik dari kemarin dan ibu pun harus berusaha menjadi yang terbaik.

Tanggapan IbuUghie: Terimakasih atas sarannya, InsyaAllah Ibu akan berusaha menjadi yang terabik bagi kedua anak Ibu, Ugi dan Ola. Mudah-mudahan Ibu bisa membimbing Ugi dan Ola untuk menjadi anak-anak yang terbaik, selalu berada di jalan yang diridloi Allah, berguna bagi nusa dan bangsa, dan berbakti pada kedua orangtua.

FASYA, kelas 4

TENTANG BUNDA

Tadi malam bunda cerita. Katanya dulu bunda pernah ikut lomba tari tradisional se-kecamatan dan juara 1..! Bunda juga pernah ikut lomba tari tradisional se-kabupaten dan juara 3. Hebat banget….

Menurutku bunda itu sangat… hebat.. bat..bat.

Bunda is BEST!

TENTANG AYAH

Kemarin ayah cerita. Dulu waktu ayah masih seumur aku, ayah ga pernah beli mainan. Ayah selalu membuat mainan sendiri. Karena sebelah rumah ayah ada pasar dan sebelahnya lagi pasar. Semuanya dari barang bekas. Perahu dari pelepah pisang. Begitu juga mobil-mobilan dari barang bekas di pasar. Ayah membuatnya tidak asal-asalan. Jadi hasilnya bagus, bahkan sampai ada yang mau membeli mainan buatan ayah. Menurutku itu sangat kreatif.

I LOVE U AYAH.

NAJLA, kelas 5

MAMA

Waktu itu mama dikasih kepercayaan jaga adik bayi sharian. Bayi itu malah jadi bahan percobaan. Pipinya ditusuk pake cabe rawit dengan harapan pipinya bakal ada lesung pipitnya. Adiknya malah ketawa-tawa.

Komentar Najla: Kenapa gak ditusuk pake…. Sebaiknya jangan.

Tanggpan Mama: Sebagai pelajaran bahwa kalau diamanahkan sama orangtua harus benar-benar dijaga dengan baik, tidak dijadikan bahan mainan sehingga membahayakan.

PAPA

Waktu itu papa lomba berenang sama teman-temannya. Pakai pelampung dari pohon pisang. Papa kesatu! Rame banget! Kata mama dulu papa orang yang sangat aktif.

Komentar Najla: Kreatif, asyik, tapi membahayakan. Mending berenang di danau.

Tanggpan Papa: Di danau kurang menantang karena airnya tenang dan tidak setiap daerah ada danau. Saat itu di daerah Papa banyak sungai dan di saat banjir dipakai anak-anak berenang. Jadi lebih menantang.

FADHIL, kelas 4

KISAH UMMI KECIL

Ummi adalah anak kedua dari lima bersaudara. Saudara ummi semua laki-laki. Waktu ummi umurnya 10 tahun, adiknya berumur 8 tahun, 6 tahun, 2 tahun. Setiap hari ummi membantu nenek bekerja di rumah, seperti cuci piring, menyapu, mengasuh adik-adiknya. Sejak kecil ummi sudah terbiasa mandiri. Prestasi ummi di sekolah cukup baik. Kata nenek ummi suka belajar sendiri dan juga suka menemani adiknya belajar. O, iya ummiku suka pelihara binatang lho, seperti ikan, kucing, angsa. Selain itu waktu ummi kecil, ummi hobi menari. Oleh nenek ummi dimasukkan ke sanggar tari. Ummi juga senag berkreasi lho. Membuat sesuatu dari barang bekas. Ummi pernah bikin tas sendiri untuk sekolah. Dibuatnya dari kotak pepsodent. Tas itu dipakai untuk ummi sekolah dan ummi bangga dengan karya sendiri. Ummi rajin ya dan ternyata waktu kecil punya peliharaan juga seperti juga aku saat ini. He..he..he…!

KETIKA ABI KECIL

Abiku anak kedua dari empat bersaudara dan abi juga terbiasa mandiri. Kecuali cuci baju masih sama nenek. Abiku waktu kelas 2 SD bikin kerajinan dari tanah liat sehingga abi sore-sore mencari tanah liat. Tanah liatnya dibuat jadi: ayam, asbak, kura-kura, dan banyak teman abi yang ingin dibuatkan oleh abi. Selain itu hobi waktu kelas 5 adalah bermain catur. Abi selalu bermain catur setiap hari. Ketika ada pertandingan catur di RW pesertanya semua orang dewasa, kecuali abi sendiri yang masih anak-anak. Ternyata abi jadi juara dan harapan ke 1. Dan nama abi jadi dikenal di RWnya.

O, iya abi dibesarkan di lingkunagn pengrajin wayang akrena akiku dalang. Jadi abi kecil-kecil sudah bisa membuat wayang golek. O. ya abi juga hobi menggambar dan matematika. Kata nenek gambar abi bagus dan mirip dengan aslinya….JAbi hebat juga ya kecil-kecil sudah kreatif dan berani bermain catur melawan orang dewasa.

NURIS, kelas 5

Waktu 17 Agustus mamaku menjadi diirjen. Kata mamaku perasaannya senang sekali karena ditonton oleh orang-orang penting seperti bupati. Aku bangga sama mama aku karena mamku bisa menjadi dirijen di depan bupati.

Komentar Nuris: Menurut saya mamaku hebat

Waktu seumuranku ayahku selalu membuat mobil-mobilan dari kayu. Rodanya dari sandal bekas. Kata ayahku mobil-mobilannya jadi mainan uakku.

Komentar Nuris: Menurut saya ayahku hebat bisa membuat mobil-mobilan saat seumurku. Sebaiknya buatan mobil ayahku dujual jadi punya bisnis kecil-kecilan.

KIKI, kelas 4

PENGALAMAN IBUKU

Di kampong ibuku waktu dulu ngga ada listrik. Jadi kalo malem-malem jarang belajar. Kalo bulan purnama ibuku suka keluar rumah. Tidak lupa membawa ade-adenya biar sekalian ngasuh.

Aku bangga punya ibu karena ibuku waktu seumurku, maksudnya umur 10 tahun udah ngasuh adik: mandiin, cebokin, nyuapin, dll. Kalo main suka diberesin tapi sambil menggendong adiknya.

PENGALAMAN PAPAHKU

Waktu dulu papah suka bermain laying-layang. Laying-layangnya dapat beli di warung atau rebutan dengan teman-teman mencari layangan yang putus. Lalu ayah berpikir kalau beli di warung dapat memboroskan uang dan kalau berebut dapat membahayakan keselamatan sendiri dan orang lain. Misalnya tertabrak kendaraan. Lalu papah mencari layangan yang sudah rusak. Biasanya layangan yang rusak banyak di jalanan. Benangnya diganti yang baru dan kertasnya dari kertas Koran atau kertas yang dibeli di took. Di samping harganya lebih murah dan dipakai untuk beberapa layangan. Jadi lebih irit. Akhirnya papah dapat menabung dan juga bermain layang-layang.

AFIF, kelas 5

CERITA IBU MASIH KECIL

Waktu ibu seumurku senang membantu kakek dan nenek berjualan di pasar. Bila ada yang membeli suka menghitung jumlah yang harus dibayar pembeli. Karena terbiasa menghitung jadi pintar berhitung dan nilainya sangat bagus.

UZI, kelas 3

MASA KECIL IBUKU

Waktu itu ibuku mengikuti banyak kursus seperti matematika, bahasa, tarian, dll. Nenekku (ibunya ibuku) pernah menyuruh ibu menitipkan makanan kepada kantin sekolah untuk dijual. Malah ibuku sering menjualnya langsung. Wuih… hebat kan.

Ibuku juga selalu membantu pekerjaan rumah tangga. Mulai dari cuci piring sampai cuci baju, ibu mengerjakannya sendiri loh! Begitu pula dengan kakak dan adik ibu.

Aku juga ingin seperti ibu, tapi sepertinya aku nggak bisa deh… maaf ya bu

MASA KECIL AYAHKU

Dulu nenek (mBah putri) dan almarhum kakekku mempunyai sapi, kambing, ayam, juga kuda. Ayahku selalu membantu merawat hewan-hewan itu. Lain dengan ibuku, ayahku memenuhi waktunya dengan megurus hewan-hewan nenek dan kakek, walaupun masih ada kursus sih.

Waktu ayah kecil, atau mungkin saat ayah belum lahir kakekku sudah meninggal dunia. Pasti ayah sedih sekali. Aku nggak bisa ngebayangin deh, kalau orangtuaku meninggal saat aku kecil atau malah saat aku masih ada dalam kandungan ibuku.

ICA, kelas 5

IBUKU KOKI PALING HEBAT

Pada suatu hari ibuku pernah cerita bahwa waktu ibu kecil dia hobi sekali memasak. Pada saat nenek memasak ibuku selalu ingin membantu dan menanyakan apa saja bahn dan resep masakan yang sedang dibuat nenek.

Lalu ibuku pun bercerita, bahwa pada waktu itu setiap hari Jumat nenek selalu berolahraga bulutangkis, dan ibuku berpesan kalau hari itu biar saja ibuku yang memasak. Jadi ceritanya ibuku punya kesempatan untuk praktek.

Masakan favorit ibuku waktu itu adalah sayur asam. Jadi ibuku paling hafal resp masakan itu. Sekali-sekali nenek juga membuat kue dan ibu selalu ingin belajar membuatnya walaupun lebih sering gagalnya.

Sampai sekarang ibuku senang memasak dan membuat kue. Walaupun aku tidak terlalu suka bolu, tapi menurutku masakan ibu tetap yang paling enak dan lezat. Karena beliau mempunyai satu resep rahasia, yaitu membuatnya dengan kasih sayang.

Itulah yang selalu membuatku bangga pada ibuku.

Komentar Ica: Pendapatku tentang cerita ibuku kecil pati sangat membanggakan nenekku. Tapi pasti aku juga masih tetap bangga dan saying pada ibuku itu. Dan aku pun ingin melakukan apa yang telah ibuku lakukan.

Tanggapan Ibu: Ibu berharap apa yang telah Ibu lakukan dapat menjadi contoh buat kamu dan semoga apa yang kamu cita-citakan dapat kamu raih.

GIRI, kelas 4

WAKTU IBUKU SEUMURKU

Waktu ibuku seumur aku, ibuku senang membuat kalung dari manic-manik dan biji Hanjeli. Ibuku menjualkan ke sekolah. Yang beli semua temannya. Gurunya tidak. Kemudian teman-temannya nurutin jualan di sekolah. Jadi weh ga boleh jualan lagi kata bu guru. Sampai sekarang ibuku masih jualan. Benar?

Aku bangga pada ibuku karena ibuku tidak malu jualan di ruang guru SIGM.

PENGALAMAN AYAHKU WAKTU KECIL

Waktu kelas 6 SD ayahku membantu ayah jualan baso. Setiap kali baso habis, ayahku naik sepeda ke toko langganan abah. Ayahku juga membantu cuci piring.

Ayahku juga suka ngoprek sepeda BMX. Yang warna hitam dicat menjadi warna hijau daun pisang. Ayahku sedih sekali waktu sepedanya hilang, aya nu maok. Sampai sekarang ayahku masih suka ngoprek hingga ayahku dijuluki prekdaktor.

Aku bangga pada ayahku karena ayahku lucu, membelikan aku PS2, dll.

WINDA, kelas 5

IBU

Ibuku pernah cerita, waktu seusiaku ibuku anak yang biasa saja. Karena sewaktu ibuku kecil ibuku diasuh oleh nenek ibuku (uyut).Karena nenek dan kakekku banyak anaknya, ibuku harus membantu nenek emngasuh adik-adiknya karena nenekku harus berjualan. Makanya, ibuku jarang sekali bermain. Paling ibu bermainnya sama teman-teman di rumah. Bermainnya paling kursus bikin hiasan kertas dan menari jaipongan, juga bermain bulutangkis.

Nenek dan kakeknya ibu sangat disiplin, jadi tidak ada yang boleh main atau jajan sembarangan. Kalau ada cucunya yang jajan sembarangan atau bermain maka akan dihukum dengan tidak boleh tidur dikamar, alias di ruang tamu.

AYAH

Ayahku pernah cerita, seaktu ayahku kecil dulu ayahku pernah jadi pemain drama. Ayahku jadi Pa Lurah. Terus ada nenekku bawa kue. Kuenya kesukaan ayahku lagi, jadi main dramanya buru-buru. Udah turun dari panggung makan kuehnya. Eh, ayahku gak dikasih minum, jadi nyangkut di tenggorokan. Nah, naik panggung lagi, pecinya ditaro di meja yang ada di panggung.

TIARA, kelas 4

CERITA MAMAH MASIH KECIL

Waktu mamahku masih SD, mamahku kalau pulang sekolah langsung ke pasar jualan, sambil ngerjain PR sekolah. Dan juga suka negbantuin nenek dan aki.

CERITA BAPAK MASIH KECIL

Waktu bapakku masih kecil, bapak suka ke pasar. Kalau udah mau pulang suka belie s cendol. Saat bapak seumurku kalau ke pasr suka naik sepeda. Juga suka ngebantuin nenek. Kalau bapakku suka hewan merpati waktu kecil dan juga memelihara ayam. Ayam peliharaan bapak suka disembelih untuk makan bersama.

HANA, kelas 5

CERITA TENTANG MAMA (AYAH) KECIL

Sejak kecil, mama mempunyai hobi membaca. Semua buku yang ada di perpustakaan SDnya habis dibacanya. Jumlahnya memang tidak banyak. Waktu itu, saat duduk di kelas 4, seklah tempat mama belajar mendapat kiriman buku perpustakaan dari pemerintah. Junlah persisnya mama tidak tahu, tapi besaran dus paketnya kurang lebih sebesar televise 14 inch.

Buku-bukunya rata-rata tidak menarik, hanya sedikit ada ilustrasi (gambar) dan juga tidak berwarna. Tapi semua itu tidak mengurangi minat mama untuk membacanya. Hanya sayangnya, seingat mama, itulah sekali-kalinya sekolah mendapat kiriman buku perpustakaan.

Dari sejak itu mama berusaha mencari-cari perpustakaan di luar sekolahnya, untuk memenuhi kehausannya membaca. Yang didaptkannya saat itu barulah taman bacaan, yang kebetulan tempatnya bertetangga.

Beberapa tahun setelah itu, ketika duduk di bangku kelas 1 SMP, mama mendapatkan perpustakaan umum di Cimahi, yang koleksinya terbilang lengkap bagi ukuran anak seusia SMP. Mama menyebutnya surga buku. Kesanalah hobi membacanya menambah.

Aku bangga pada mama karena tidak pantang menyerah dan mempunyai banyak ilmu.

CERITA NENEK TENTANG IBU KECIL

Kata nenek, saat ibuku usianya seumuran denganku, ibuku paling suka jalan-jalan. Jarak sekolah dengan rumah ditempuh dalam waktu 20 menit. Tapi sesungguhnya ada jalan lain yang sering ibuku pilih, karena lebih asyik menjalaninya. Yaitu melalui pematang sawah dan menyeberangi sunagi kecil, Cihawur. Sesekali jika pulang sekolah ibuku senang bermain di Situ Cibolang yang merupakan muara dari sungai-sungai kecil di desa (Cimareme) ibuku.

Terkadang ibuku suka mengajak teman-teman ibuku mamasakan, yaitu memasak sayuran kankung yang dipetik langsung di sekitar Situ Cibolang dan membawa pulang ke rumah oseng kangkungnya untuk dihidangkan pada makan siang bersama dengan orangtua (nenek-kakek) dan saudara-saudara.

Nenek sangat suka dengan oseng kangkung buatan ibuku. Yang lebih seru lagi kalo ibuku berhasil mengumpulkan harmis, yaitu kerang sungai tawar. Tiba di rumah, ibuku pasti disambut seluruh anggota keluarga, karena itu makanan kesukaan kami sekeluarga. Dan yang paling pasti orangtuaku (ibu) sangat bangga dan berterima kasih atas oleh-olehku tersebut, karena harmis dapat membantu penyembuhan saudara kami yang konon sakitnya sudah kronis.

Suatu kali ibuku pulang dengan sekarung harmis dan ibuku khususkan untuk saudaraku yang sakit tersebut. Tiba-tiba ibuku dipeluk sama nenek dan kakekku. Katanya beliau bangga sekali punya anak kaya ibuku, karena ibuku peduli dan saying pada saudaranya. Ibuku sangat senang karena ibuku merasa hidupnya bermanfaat bagi orang lain.

Kata nenekku, ibuku sedari kecil senang menolong orang, senang berteman banyak, dan suka bersahabat dengan alam. Kegemarannya seneng berjalan-jalan di alam sambil bernyanyi dan selalu riang, ibuku memang periang. Aku bangga padanya.

FIERA, kelas 4

Dulu waktu mama masih seumurku mama sering nganterin adiknya sekolah naik Bajaj. Sampai akhirnya ibunya teman-temannya adiknya mama nitipin anak-anaknya sama mama untuk sekolah, naik Bajaj.

Terus yang lebih enak lagi mama dikasih uang jajan dari para ibu. Sampai akhirnya uangnya deh kekumpul terus sama mama dibeliin buku dech.

Kenapa mama diminta untuk mengantar adiknya mama n’ kawan-kawan?

Ya… karena eyang putrid percaya kalo mama tuh berani n’ mandiri (bukan MANDI SENDIRI) ke mana-mana sendiri.Makanya dech eyang putrid percaya kalo mama berani n’ mandiri (bukan MANDI SENDIRI lagi).

Dulu waktu ayah masih seumurku, ayah disuruh Mbah Putri ke pasar beli sayuran kangkung, cabe, gula pasir, dll. Padahal jaraknya jauh…..BANGET. terus lagi ayah disuruh beli kue lupis di pasar. Di suruh belinya 10 biji kue.

Setelah itu ayah pulang ke rumah. Ga taunya kue lupisnya pas diitung lagi Cuma ada 8, padahal udah bayar buat 10 biji kue. Terus kata mbah putri, “Kenapa kuenya cuma ada 8? Makanya kalo beli apa-apa diitung dulu!”

Terus ayah merasa bersalah. Karena merasa bertanggung jawab, ayah ke pasar lagi. Bilang ke abangnya, “Bang, kue lupisnya kurang 2!” Akhirnya ayah pulang dengan membawa 2 kue lupis.

LIA, Kelas 5

MAMA IKUT SEKOLAH MADRASAH

Waktu kelas 5, mamah ikut sekolah madrasah di mesjid dekat rumah, selain sekolah di SD Assalam Bandung. Setiap Maulud mamah ikut main rebana dan shalawat.

Komentar Lia: bagus, tapi kalau main rebana dan shalawatnya jangan waktu kecil aja, tapi sekarang juga.

Tanggapan Mamah: Mian rebanya sekarang ini sudah lupa

PETAK UMPET

Waktu itu papah main petak umpet sama teman-temannya, tapi nggak ketemu-ketemu karena papahnya pulang.

Komentar Lia: Ya.. jangan curang dong

Tanggapan Papah: Jangan berlaku curang, harus sportif

HUMAM, kelas 5

KATA ABIKU, WAKTU KECIL…

Kata abi, dulu abi di sekolah belajar agama. Abi dipanggil ke depan. Abiku kaget. Disangkanya mau disetrap, eh, ternyata disuruh ngajarin temen-temennya baca huruf hijaiyah dari awal sampai akhir.

Ya, abiku disuruh ngajarin karena Guru Agamanya mau ke kelas sebelah, dan juga yang bisa Cuma abiku. Saat sudah selesai abiku datang untuk ngetes baca huruf hijaiyah. Lalu saat sudah selesai pak guru manggil abiku. Lalu abiku takut, kirain mo diapain, ternyata di suruh ke kelas ebelah ngajarin teman-teman kelas sebelah baca huruf hijaiyah juga. Kata abi, abi tuh yang paling pinter diantara yang gak pinter.

Komentar Humam: Abi harus banyak belajar lagi supaya bisa bantu guru ngajarin semua pelajaran ke temen-temen.

Tanggapan Abi: Ya, kamu dah baik menyimak cerita Abi hingga bisa membuat/menuangkannya dalam tulisan dengan baik pula, makasih. Semoga kamu lebih baik dari Abi hingga kemnjadi yang paling pinter diantara yang tidak pinter, eh salah, maksdunya paling pintar diantara yang pintar.

KATA UMIKU, WAKTU KECIL…

Kata umi, dulu umi gak pernah minta uang untuk beli keperluan umi, apalagi uang jajan. Salah satunya adalah saat sepatu sekolah umiku rusak banget. Tetapi umiku gak pernah minta uang untuk beli sepatu apalagi minta dibeliin sepatu itu. Eh, tetapi ada yang aneh. Kata umi, waktu umi ke sekolah pake sepatu itu umiku gak diejek temannya. Mungkin kata umiku Allah sengaja membuat sepatu umiku gak kelihatan jelek.

Lalu umiku berfikir, mengapa nggak minta sepatu baru itu ke yang menciptakan orangtuaku. Lalu umiku sholat sunnah dan berdoa meminta sepatu baru itu sambil menangis-nangis. Lalu tiba-tiba ibu umiku memberi uang untuk beli sepatu itu.

Umiku gak mau minta uang loh, tapi kalau dikasih umiku nerima-nerima aja. Karena kalau dikasih uang berarti nenek Asum telah hitung-hitung.

Komentar Humam: Super sekali

Tanggapan Umi: Agar supaya Humam khususnya dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ang sangat bervariasi guna sampainya kepada ma’rifatulloh., dan pandai menyikapi problema hidup dengan enjoy.

ZAHRA, kelas 5

CERITA IBUKU

Waktu seumurku ibuku sering tampil –tampi di TV/ di panggung. Salah satunya waktu itu ibuku pernah juara 2 lomba cerdas cermat di TVRI Jakarta.

Karena menang, ibuku dan kelompoknya ditraktir makan malam di restoran Puntjak Pass. Saat itu ada yang nanya, “Ini yang tadi menang lomba cerdas cermat di TVRI, ya?” kata salah seorang yang nanya. Ya terus dijawab, “Iya!” habis itu mereka pada bilang gini, “Wow. Selamat, ya!” terus kita disalamin sam mereka semua.

Kata ibuku kita bangga banget.

Pokoknya, ibuku waktu itu pernah nari Sunda di TVRI Bandung. Terus pernah nyanyi bareng artis. Pokoknya banyak dech pengalaman ibuku yang membanggakan dan berharga banget buat ibuku.

RIZKI, kelas 5

AYAHKU DISUNAT

Sewaktu ayahku duduk di kelas 2 SD punya pengalaman disunat. Sehari sebelum disunat ayahku menunggang kuda diarak, diiringi banyak orang menuju ke tempat pemakaman untuk ziarah. Waktu itu memakai baju bagus terbuat dari satin yang mengkilat. Bajunya dihiasi dengan warna-warni yahaku memakai kopiah berwarna hitam dengan hiasan-hiasan. Banyak orang di pinggir jalan.

Keesokan harinya ayahku disunat sama dukun sunat. Lalu tidak pakai bius. Lalu ayah berdarah tititnya. Ayah senang mendapat uang.

IBUKU SEORANG DIRIGEN

Sewaktu ibuku SMP punya pengalaman dirigen sebagai pemimpin angklung. Ibuku sangat baik memimpin teman-temannya dan mendapat pujian dari gurunya.

LAST_UPDATED2