head.jpg
VISI DAN MISI
CIRI KHAS
Indeks Artikel
CIRI KHAS
Pekerjaan Rumah
Semua Halaman
CIRI KHAS SEKOLAH INTERAKTIF GEMILANG MUTAFANNIN

Aktivitas Rutin

Setiap pagi, aktivitas dimulai dengan sholat Dhuha, senam peregangan, pembacaan doa atau murottal al-Qur'an, ditutup dengan Ikrar Bersama. Untuk anak kelas 1 dan 2, shotat Dhuha dan sholat Zuhur ditakukan dengan cara mengeraskan bacaan agar anak hapal bacaan sholat dengan sendirinya  Hapalan Juz Amma diharapkan tuntas di kelas 4, dan mulai keias 5 dihapalkan juga artinya secara lafzhfyyah (kata per kata).
 
Hampir semua bentuk ibadah mahdhoh (sholat fardlu, sholat jumat, zakat, puasa, berhaji, berkurban, dil ) dibelajarkan dalam praktik yang dirutinkan .Bahkan berhaji dipraktikkan melalui manasik haji yang melibatkan anak, lengkap dengan pakaian ihrom dan tiruan Ka'bahnya. Waktunya berdekatan dengan pelaksanaan Haji di Arafah.
 
Mendekati 10 hari terakhir di bulan Ramadhan anak dikenalkan pada aktivitas i'tikaf di masjid selama 1 atau 2 malam  Kegiatan ini juga mengundang para orangtua untuk dapat bersama-sama melakukannya. Ke depan kami merencanakan pula kegiatan tahajjud bersama, sekali dalam sebulan, yang diikuti tidak hanya oleh sivitas akademika SIGM tetapi juga keluarga dari masing-masing siswa
 
Menjaga kebersihan diri, kelas, dan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari rutinitas harian,  petugas piket kelas dan piket sekolah yang dilakukan bergiliran diantara anak diaktifkan untuk senantiasa menjaga kebersihan sekolah.

Bebas Biaya ‘Buku Paket'

‘Buku Paket' pelajaran yang banyak tersedia di pasaran, dipakai sebagai salah satu rujukan/ referensi dalam pembelajaran di SIGM. Beragam buku paket tersedia di perpustakaan, juga referensi lain dan ensiklopedia  Di SIGM tidak ada kewajiban anak untuk membeli buku paket.

Ada beberapa pertimbangan yang mendasari kebijakan ini:
  1. Sekolah Interaktif ingin melatihkan dan membiasakan anak menggunakan referensi/ sumber belajar yang banyak dan beragam.
  2. Memberi keleluasaan dan pengalaman kepada guru untuk mengembangkan kreativitas dalam menyusun program pembelajaran, bertitik tolak dari KBK dan tujuan-tujuan khusus SIGM.
  3. Bersikap hemat dengan menggunakan sumber daya sebaik-baiknya.
Oleh karena itu pembiayaan yang dibebankan kepada setiap murid hanya berupa iuran tahunan perpustakaan, yang nilainya retatif sangat kecil dibandingkan jika anak harus membeli buku paket yang lengkap.

Perpustakaan

Perpustakaan menjadi sarana belajar yang sangat penting di SIGM. Minat baca anak ditumbuhkan dan diprogramkan oleh perpustakaan. Aktivitas mencari dan menelusuri data/informasi pengetahuan dilakukan anak-anak secara mandiri di perpustakaan. Tugas-tugas kelompok sebagian juga dikerjakan di perpustakaan.

Perpustakaan menjadi wilayah paling hidup di Sekoiah Interaktif. Tidak hanya para guru dan staf, para orangtua juga memanfaatkan perpustakaan untuk menambah wawasan pengetahuan mereka khususnya dalam pendidikan Para orangtua murid, bahkan seluruh anggota keluarganya, mendapatkan keanggotaan otomatis di perpustakaan.
 
Tersedia koleksi berupa buku referensi pembelajaran dan ensiklopedia, buku agama dan pendidikan, karya sastra, juga komik, novel, dan buku cerita. Di luar kelaziman itu, perpustakaan juga menyediakan puzzle dan aneka permainan, serta koleksi VCD berisi fiim-film bernuansa pendidikan.
 

Pekerjaan Rumah (PR)

SIGM berupaya menempatkan PR pada posisi yang sesungguhnya, yakni sebagai bagian dari program keluarga  SIGM mendorong setiap keluarga memiliki 'jam belajar keluarga' (JBK), misalkan satu jam sehari antara bakda Maghrib hingga Isya.

Mengikuti anjuran Rasulullah saw , anak diajak untuk membaca al-Qur'an minimal 10 ayat sehari, atau membaca lqro'  Waktu selebihnya dapat digunakan oleh keluarga untuk bercengkrama, membaca, atau anak membuat persiapan sekolah untuk esoknya.

Ketersediaan JBK dan atmosfer yang mendukungnya (semua anggota keluarga belajar, tv dimatikan), dapat dipadukan dengan tugas-tugas yang dibuat SIGM secara spesifik - khas sejalan kebutuhan per anak didik.

Laporan Perkembangan Anak

Informasi tentang anak dikumpulkan dengan cermat dan detail sebelum ia menjadi murid di SIGM. Informasi awal diperoleh dari lembar isian yang dikirimkan kepada dan diisi oleh guru TK-nya (atau orangtuanya jika anak belum pernah ke TK). Berikutnya dari hasil tes kematangan (atau tes kesiapan) sekolah yang dibuat oleh psikolog. Panitia PMB (Penerimaan Murid Baru) pun melakukan observasi tentang potensi kecerdasan majemuk anak dalam sebuah kegiatan yang diadakan khusus untuk itu.

Seluruh data tentang anak yang berisi informasi tentang kesiapan masuk sekolah, potensi kecerdasan (termasuk kecerdasan majemuk), dan potensi masalah (termasuk masalah keluarga, jika ada) diserahkan kepada kepala sekolah dan ditembuskan kepada manajer kelas di mana anak nantinya akan ditempatkan. Manajer kelaslah yang bertanggung jawab menyusan program umum dan khusus bagi anak itu.

Dalam tiga bulan pertama belajar di SIGM, psikolog secara khusus dilibatkan untuk memberikan saran psikologi terhadap keseluruhan anak yang baru. Saran tersebut merupakan bagian dari Laporan Perkembangan Anak (LPA) yang pertama kali disampaikan kepada orangtua.

LPA disampaikan oleh manajer kelas pada setiap pertengahan dan akhir semester LPA tengah semester disusun sebagai bahan konsultasi dengan orangtua anak. Hasil konsultasi dipakai sebagai langkah bersama pihak sekolah dan keluarga untuk melakukan perbaikan ke depan.

LPA menitikberatkan pada penilaian anak secara individual, tidak membandingkan satu anak terhadap anak lainnya, merujuk pada target pembelajaran dan kompetensi yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan pencapaian anak sebelumnya.

Model Sekolah Inklusi

Pada dasarnya SIGM menerima murid tanpa melihat latar agama, sosial-ekonomi, kebangsaan, ataupun kelainan yang mungkin dimiliki anak. SIGM terbuka bagi anak dari rentang anak berkebutuhan khusus (ABK) hingga anak yang memiliki bakat khusus (gifted).

Dalam menangani ABK, SIGM bekerja sama dengan Klinik ABK. Klinik ABK bertanggung jawab dalam memberikan terapi dan pengobatan, sementara SIGM menangani proses pembelajaran dan sosialisasi anak. Respon permintaan yang demikian tinggi dari para orangtua ABK   mengingat beum banyak sekolah yang dapat menerima ABK - menjadikan SIGM bekerja keras untuk dapat menambah kapasitas daya tampungnya