head.jpg
VISI DAN MISI
CIRI KHAS - Pekerjaan Rumah
Indeks Artikel
CIRI KHAS
Pekerjaan Rumah
Semua Halaman
Pekerjaan Rumah (PR)

SIGM berupaya menempatkan PR pada posisi yang sesungguhnya, yakni sebagai bagian dari program keluarga  SIGM mendorong setiap keluarga memiliki 'jam belajar keluarga' (JBK), misalkan satu jam sehari antara bakda Maghrib hingga Isya.

Mengikuti anjuran Rasulullah saw , anak diajak untuk membaca al-Qur'an minimal 10 ayat sehari, atau membaca lqro'  Waktu selebihnya dapat digunakan oleh keluarga untuk bercengkrama, membaca, atau anak membuat persiapan sekolah untuk esoknya.

Ketersediaan JBK dan atmosfer yang mendukungnya (semua anggota keluarga belajar, tv dimatikan), dapat dipadukan dengan tugas-tugas yang dibuat SIGM secara spesifik - khas sejalan kebutuhan per anak didik.

Laporan Perkembangan Anak

Informasi tentang anak dikumpulkan dengan cermat dan detail sebelum ia menjadi murid di SIGM. Informasi awal diperoleh dari lembar isian yang dikirimkan kepada dan diisi oleh guru TK-nya (atau orangtuanya jika anak belum pernah ke TK). Berikutnya dari hasil tes kematangan (atau tes kesiapan) sekolah yang dibuat oleh psikolog. Panitia PMB (Penerimaan Murid Baru) pun melakukan observasi tentang potensi kecerdasan majemuk anak dalam sebuah kegiatan yang diadakan khusus untuk itu.

Seluruh data tentang anak yang berisi informasi tentang kesiapan masuk sekolah, potensi kecerdasan (termasuk kecerdasan majemuk), dan potensi masalah (termasuk masalah keluarga, jika ada) diserahkan kepada kepala sekolah dan ditembuskan kepada manajer kelas di mana anak nantinya akan ditempatkan. Manajer kelaslah yang bertanggung jawab menyusan program umum dan khusus bagi anak itu.

Dalam tiga bulan pertama belajar di SIGM, psikolog secara khusus dilibatkan untuk memberikan saran psikologi terhadap keseluruhan anak yang baru. Saran tersebut merupakan bagian dari Laporan Perkembangan Anak (LPA) yang pertama kali disampaikan kepada orangtua.

LPA disampaikan oleh manajer kelas pada setiap pertengahan dan akhir semester LPA tengah semester disusun sebagai bahan konsultasi dengan orangtua anak. Hasil konsultasi dipakai sebagai langkah bersama pihak sekolah dan keluarga untuk melakukan perbaikan ke depan.

LPA menitikberatkan pada penilaian anak secara individual, tidak membandingkan satu anak terhadap anak lainnya, merujuk pada target pembelajaran dan kompetensi yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan pencapaian anak sebelumnya.

Model Sekolah Inklusi

Pada dasarnya SIGM menerima murid tanpa melihat latar agama, sosial-ekonomi, kebangsaan, ataupun kelainan yang mungkin dimiliki anak. SIGM terbuka bagi anak dari rentang anak berkebutuhan khusus (ABK) hingga anak yang memiliki bakat khusus (gifted).

Dalam menangani ABK, SIGM bekerja sama dengan Klinik ABK. Klinik ABK bertanggung jawab dalam memberikan terapi dan pengobatan, sementara SIGM menangani proses pembelajaran dan sosialisasi anak. Respon permintaan yang demikian tinggi dari para orangtua ABK   mengingat beum banyak sekolah yang dapat menerima ABK - menjadikan SIGM bekerja keras untuk dapat menambah kapasitas daya tampungnya